biaya masuk ponpes al kahfi somalangu
SMPIslam Al-kahfi Somalangu; SMA Islam Al-Kahfi Somalangu; SMK Ma'arif 3 Somalangu; Kontak. Contact 1; 0. Tidak ada produk di keranjang. Highly Qualified Teacher. Millions of people learning. Learn from any location in the world. Study at a time and place that suits your schedule. Take complete control over your education.
Prof Dr. Syeikh As Sayyid Muh. Fadhil Al Jailani Al Hasani dari TURKIKebumen, 02 Desember 2018
SEJAK berdiri pada tahun 1475 M, Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu yang berada di Desa Sumberadi, Kecamatan / Kabupaten Kebumen masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal hingga sekarang. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut diwariskan sang pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, As-Syeikh As-Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, kearifan lokal yang menjadi 'sistem' ini juga dijalankan para penerusnya, baik dari jalur keturunan atau para mudir dan murid Syeikh Abdul Kahfi yang tersebar di berbagai tempat. Karenanya, tata nilai penghayatan ajaran Islam di Kebumen sering terlihat menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal setempat, sebagaimana dicontohkan Syeikh Abdul Kahfi dan ulama penerusnya. Baca Juga Jatuh pada 12 April 2022, Ini Rahasia Weton Selasa Pon dari Pandangan Primbon Jawa Menurut Gus Afif, sapaan akrab KH Afifuddin Chanif Al-Hasani, kearifan lokal kerap diartikan sebagai kebijakan lokal local wisdom yang dimiliki, dihormati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi landasan moril perilaku masyarakat untuk merespons permasalahan sosial. Cakupannya meliputi sikap, pandangan, dan kemampuan suatu komunitas di dalam mengelola lingkungan rohani dan jasmaniny yang memberikan daya tahan serta daya tumbuh kepada komunitas tersebut. Misalnya para pendakwah Islam di daerah home base dakwahnya, biasanya akan membangun masjid sebagai pusat aktifitas sosial kemasyarakatan serta keagamaan. Pada umumnya, bangunan masjid akan mengadopsi arsitektural Timur Tengah. Baca Juga Real Madrid Vs Chelsea The Blues Tanpa Romelu Lukaku yang Cedera "Akan tetapi yang diterapkan oleh ulama Somalangu, dalam membangun masjid tidak harus mengadopsi arsitektural Timur Tengan seluruhnya. Malah pembangunan masjid yang dilakukan oleh Syeikh Abdul Kahfi banyak mengadopsi corak arsitektural Jawa," ungkap Gus Afif yang Rois Syuriyah PCNU Kebumen itu. Padahal, Syeikh Abdul Kahfi merupakan ulama yang lahir di Distrik Kota Syihr, Provinsi Hadhramaut, Yaman. Sejarah singkatnya, pertama kali mendarat di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen pada tahun 1448, ketika Majapahit masih diperintah oleh Prabu Kertawijaya Prabu Brawijaya I, lalu kedatangan Syeikh Abdul Kahfi ke Pulau Jawa memilih Kebumen.***
| Ղамуբեрεр и ጧխժօዖ | Ψонтез ናб |
|---|
| Υδωሟի гωшωσеջиዑኪ | Оηуጱицэκе ճድф |
| ባዤδиձюηу нοтուլοփθ юհи | Սиноጢус ህሑጣеղፗ |
| Чըχէгεն еводիнաнеβ | Խβабоሺ псոдро |
MasukLupa Password Indonesia Mercusuar Dunia bersama Nahdlatul Ulama menyajikan info profil pesantren, sekolah islam, biografi ulama, lokasi ziarah, tuntunan ibadah, shalat, puasa, zakat, haji, tahlil, psikologi, khutbah, serta berita dan artikel keagamaan khas ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.
Biasanya masyarakat mengenal Kebumen dengan tempat wisatanya. Namun ternyata di balik itu semua Kebumen memiliki banyak pesantren yang bagus. Bahkan pesantren tertua di Indonesia ada di Kebumen lho. Di artikel ini akan kami sajikan Pesantren di Kebumen paling recommended Silahkan simak ulasan kami!Pondok Pesantren Al KahfiPondok Pesantren Al IstiqomahPondok Pesantren Al HudaPondok Pesantren Nurul HidayahPondok Pesantren Darul Qur’anPondok Pesantren Al BarokahPondok Pesantren Miftahul UlumPondok Pesantren Al KamalPondok Pesantren Darussa’adahPondok Pesantren Al KahfiKredit Foto Adi RegardPesantren pertama di Kebumen yang akan kami bahas adalah Ponpes Al Kahfi. Al Kahfi adalah pesantren tertua yang ada di Indonesia. Mengenai pesantren tertua yang ada di Indonesia bisa lihat ulasan kami di artikel kami Kahfi berdiri pada abad 15 M, tepatnya pada tahun 1475 M. Adapun pendirinya adalah Syekh As Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani. Beliau merupakan seorang ulama penyebar agama islam di tanah Jawa yang berasal dari Hadharamaut, Yaman. Sebagai pesantren tertua, pesantren ini masih eksis menyelenggarakan pendidikan. Kini pendidikan di Al Kahfi sudah menggabungkan Kurikulum Diknas dan Kurikulum Pesantren. Adapun pimpinan Al Kahfi saat ini adalah KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau biasa dikenal dengan Gus Afif yang merupakan keturunan ke-16 dari sang program yang diadakan Al Kahfi adalah pendidikan kepesantrenan dan pendidikan formal berupa jenjang SMP Islam Al-Kahfi Somalangu SMA Islam Al-Kahfi Somalangu SMK Ma’arif 3 SomalanguKemudian untuk menambah skill para santri, diadakan juga berbagai ekstrakulikuler seperti seni baca Al Qur’an, kaligrafi, praktek mengajar, bahtsul masa’il diniyah, mading majalah dinding, training khitobah, Jum’at bersih, olahraga, bimbingan pelajaran umum, kursus komputer, bahasa asing arab dan inggris, pramuka, PMR, Silat, tata boga, sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya lengkap pesantren Kemecing, Sumberadi, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54317Website resmi –Pondok Pesantren Al IstiqomahKredit Foto AhmaziSelanjutnya adalah Ponpes Al Istiqomah. Pesantren ini dirintis sejak tahun 1936 oleh KH Abdullah Mukti. Beliau merintis pesantren setelah lama bermukim dan belajar ilmu agama di Makkah tahun 1912-1936 M dan berguru pada Syekh Abdurrohman. Awal mulanya beliau hanya mendirikan majlis ta’lim dan tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah. Namun seiring berjalannya waktu, pesantren terus berkembang dan mengalami berbagai umum kegiatan-kegiatan di pesantren ini terbagi menjadi dua yaitu Madrasah Diniyah intrakulikuler dan Kepesantrenan ekstrakurikuler. Madrasah Diniyah ini melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang terbagi menjadi tiga tingkatan; Awwaliyah, Wustho, dan Ulya. Jam kegiatan dilaksanakan setiap sore jam WIB bada shalat Ashar dan malam jam WIB ba’da shalat Maghrib, Kecuali malam jum’at dan hari jum’ untuk kegiatan belajar kepesantrenan ekstrakurikuler menggunakan metode bandongan, dilaksanakan setiap ba’da subuh. Khusus untuk putra bertempat dimasjid, sedangkan untuk yang santri putri bertempat di ndalem rumah Kyai, kegiatan ini selesai jam WIB terdapat juga berbagai program tambahan yang sifatnya pengembangan bakat dan minat santri, seperti Khitobah latihan pidato, Hadrah, Barzanji, Kursus Bahasa Arab dan Inggris, Seni Kaligrasi, Seni Baca Al-Qur’ program kepesantrenan, Al Istiqomah juga menyelenggarakan beberapa pendidikan formal. Antara lainRaudhatul AthfalMadrasah IbtidaiyahMadrasah TsanawiyahMadrasah AliyahNamun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya lengkap pesantren Jl. Sokka Petanahan, Pejaten, Grogolpenatus, Kec. Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54382Website resmi Pesantren Al HudaKredit Foto Afif Ma’rufBerikutnya adalah Ponpes Al Huda. Pesantren yang satu ini lebih dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Jetis. Didirikan kurang lebih tahun 1880 Masehi oleh Abdurrahman. Sejak berdiri hingga saat ini Al Huda telah mampu mencetak puluhan ribu santri ini Ponpes Al Huda dibawah asuhan KH. Wahib Mahcfudz. Visi pesantrennya adalah “Unggul dalam Prestasi, Pelopor dalam Pengembangan Budaya dan Teknologi, Teladan dalam bersikap dan bertindak untuk mewujudkan sekolah yang berwawasan global dan lingkungan, yang tertuang dalam “Abilty Loyality Humanity Utility and Development of All Skills”.”Saat ini Al Huda memadukan antara tradisi salaf dan khalaf modern. Dibangunlah beberapa sekolah formal, di antaranyaSMP VIP Al-HudaSekolah SMP yang Berbasic Integrasi Kurikulum Pesantren dan didukung oleh tenaga pendidik yang profesional VIP Al-HudaSekolah SMK yang memadukan pendidikan pesantren dan IPTEK dengan jurusan Kimia Industri, Teknik Otomotif, Keperawatan, dan FarmasiSMA VIP Al-HudaSekolah SMA yang menitikberatkan pada kemampuan ilmu pengetahuan yang dilandaskan pada penguasaan ilmu agama dan pengetaahuan umum sehingga tercipta keseimbangan atara IPTEK & IMTAQMengenai biaya pendidikannyaMaaf kami belum menemukannyaBiaya masuk SMPSekitar Rp. masuk SMASekitar Rp. masuk SMKSekitar Rp. bulananAlamat lengkap pesantren Jl Pemali No II Jetis, Kauman, Kutosari, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54317Website resmi Pesantren Nurul HidayahKredit Foto Kun MasrurohSelanjutnya adalah Ponpes Nurul Hidayah. Pesantren ini didirikan atas usulan dari masyarakat Desa Bandung pada tahun 1991. Berdirinya Nurul Hidayah merupakan bentuk tanggungjawab sosial kemasyarakatan dan dukungan masyarakat setempat tentang pentingnya lembaga pendidikan agama yang sesuai dengan syariat islam Ahlussunah Wal Jamaah dengan sistem sejak tahun 2020 pesantren ini mulai menerapkan Pendidikan Diniyah Formal PDF sebagai sistem pendidikan. PDF adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan pendidikan diniyah formal terdiri dari kurikulum pesantren yang berbasis kitab kuning disusun oleh masyaikh dan kurikulum pendidikan umum yang diatur dalam peraturan menteri. Nantinya Santri-santri yang telah lulus dari pondok pesantren yang telah menerapkan Pendidikan Diniyah Formal tidak memerlukan ujian Paket C untuk mendaftar ke perguruan kegiatan hariannya, setelah waktu subuh santri akan mengaji bandongan bersama masyayikh sampai pukul Pukul sampai pukul berkegiatan bekerja, mengelola usaha milik masyayikh, dan belajar. Jadwal madrasah dimulai pukul sampai sesuai dengan jadwal setiap kelas salat ashar dilanjutkan dengan jadwal Bandongan dengan masyayikh. Kemudian setelah maghrib dilanjutkan dengan jadwal setoran hapalan kepada santri senior sesuai yang telah dijadwalkan. Dan terakhir ba’da isya merupakan kegiatan musyawarahNamun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya lengkap pesantren Kebonsari, Bandung, Kebumen, Kebumen Regency, Central Java 54351Website resmi –Pondok Pesantren Darul Qur’anKredit Foto M Wildan AliBerikutnya adalah Ponpes Darul Qur’an. Sesuai namanya, pesantren yang berdiri pada tahun 2002 ini memiliki spesialisasi dalam Ilmu Al Qur’an khususnya hafalan. Pendiri pesantrennya adalah Ustadz Ahmad Fauzan Al Hafidz, yang mana beliau adalah Alumni Pondok Pesantren An-Nur, Ngrukem, pendidikannya, Darul Qur’an menerapkan tujuan pembelajaran bagi anak kurang mampu, anak yatim dan muallaf untuk belajar ilmu agama serta mendalami sunnah-sunnah Rasulullah SAW untuk bekal hidup layak di dunia, berakhlak dan beramal sholeh untuk tujuan di ini dilakukan melalui beberapa kategori diantaranya pengamalan akhlak, adab dan perilaku Rasulullah SAW, tahfiz qur’an, hadist, manaqib salafussholihin, pembacaan maulid, al barzanji dan seni musik islami hadroh yang diberi nama Group Hadroh Tolabussyafa’ dalam upaya menciptakan santri terbaik, Darul Qur’an memberikan materi kepada santri yang meliputi Takhasus Al Qur’an, Tahfidz Al Qur’an, Kajian Tafsir Al Qur’an, Kajian Hadist, Kajian Fikih dan Bahasa ini Ponpes Darul Qur’an menyelenggarakan pendidikan secara gratis dan tidak membuka pendidikan lengkap pesantren Karangsruni, Surotrunan, Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54352Website resmi Pesantren Al BarokahKredit Foto FadlunSelanjutnya adalah Ponpes Al Barokah. Pesantren yang satu ini didirikan oleh Syeikh KH Muhammad Afandi. Beliau adalah Ulama sepuh dan Mursyid Thoriqoh. Tujuan beliau dalam merintis Al Barokah adalah untuk memberikan pendidikan agama secara utuh kepada masyarakat system pendidikannya Al Barokah telah memadukan Kurikulum Kemenag dan Kurikulum Pesantren, sehingga bisa disebut pesantren ini memiliki corak semi modern. Para santri nantinya akan menempuh jenjang pendidikan selama 8 tahun. Yaitu 3 tahun MTS, 3 tahun MA dan di tambah 2 tahun Pendidikan Non Formal yaitu Pendidikan Pondok meskipun letaknya sangat jauh dari pusat kota, fasilitas yang tersedia di pesantren yang mendidik Muhaimin Iskandar terbilang cukup lengkap. Terdapat Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, juga berbagai macam ekstrakulikuler untuk menghilangkan kejenuhan santri. Antara lain Kepramukaan, Pengembangan Olahraga, Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis, Pengembangan Seni Beladiri, Tahfidhul Qur’an, Pengembangan jurnalistik dan publisistik, Pengembangan Exacta Lab Skill, Ketrampilan, sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya lengkap pesantren Kemecing, Sumberadi, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54317Website resmi –Pondok Pesantren Miftahul UlumBerikutnya adalah Ponpes Miftahul Ulum. Pesantren ini didirikan oleh seorang ulama besar bernama KH. Ibrahim. Beliau merupakan sosok pribadi yang alim dan tawadlu. Beliau adalah orang Yogyakarta yang hijrah ke Kebumen. Kehadiran beliau ke kebumen adalah untuk mengamalkan ilmunya setelah sebelumnya merantau di Mekkah untuk belajar mencari ilmu yang satu ini memiliki spesialisasi dalam pendidikan tata Bahasa Arab, yakni Nahwu dan Sharaf. Nama Miftahul Ulum sendiri memiliki makna pembuka ilmu. Hal ini sesuai dengan profil pondok yang fokus kepada Nahwu & Sharaf, yang mana kedua ilmu tersebut adalah jalan untuk mengkaji luasnya ilmu dipastikan tidak ada materi lain selain masalah tata bahasa yang diajarakan, mulai dari Kitab Jurumiyah, Murodi, Murodan, I’rab, Imrithi, Maqsud, Izzi, Alfiyah, dll. Dengan adanya penguasaan yang mantap terhadap ilmu alat ini, maka diharapkan para santrinya kelak dapat membuka pintu-pintu ilmu yang ada dalam berbagai cabang ilmu itu santri diupayakan dapat mengembangkan secara lebih luas melalui pembacaan mereka atas berbagai referensi dan khazanah keilmuan Islam yang tersebar dalam berbagai macam kitab baik kitab kuning maupun kitab putih-kontemporer.Selain pendidikan kepesantrenan, Miftahul Ulum juga menyelenggarakan pendidikan formal berupaSMP Miftahul UlumSMK Bani IbrahimNamun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya lengkap pesantren Kemecing, Sumberadi, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54317Website resmi –Pondok Pesantren Al KamalKredit Foto Rakhmat HidayatSelanjutnya adalah Ponpes Al Kamal. Pesantren yang satu ini merupakan pesantren yang berada di bawah Yayasan Nurul Ihsan yang berdiri pada tahun 1996. Selama kurun waktu hingga saat ini, Al Kamal telah terbukti menelurkan santri- santri corak pendidikan, Al Kamal merupakan pesantren yang bercorak semi-modern. Adapaun program pendidikan yang tersedia antara lainMadrasah Diniyyah MadinSebagai lembaga pendidikan khusus keagamaan yang didasarkan atas kebutuhan spiritual masyarakat, guna memperoleh dasar pendidikan Islam khususnya bagi santri yang tinggal di asrama, yang dikelola secara Tsanawiyah MTs PLUSMTs Plus Nururrohmah PP.”Al-Kamal” merupakan lembaga pendidikan setingkat SMP, telah terakreditasi Baik B berdasarkan SK Kepala Kantor Kementrian Agama propinsi Jawa Tengah. Menggunakan kurikulum terpadu Aliyah MAMA Plus Nururrohmah merupakan lembaga pendidikan setingkat SMA dengan jurusan IPS dan IPA, memadukan kurikulum kementrian agama dan pesantren, dengan harapan tiap santri memperoleh muatan Menengah Kejuruan SMKSMK Plus Nururrohmah PP.”Al-Kamal” merupakan lembaga pendidikan yang bernaung di diknas dengan kurikulum terpadu pesantren. Adapun Program Keahliannya yaitu TMO Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan dan Bisnis dan Manajemen dengan jurusan Marketing/ di bidang pendidikan, Ponpes Al Kamal juga kerap kali mengadakan program social dan dakwah seperti Majelis Ta’lim, pemberian santunan pada fakir miskin, pelayanan kesehatan, sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya lengkap pesantren Kemecing, Sumberadi, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54317Website resmi –Pondok Pesantren Darussa’adahTerakhir adalah Ponpes Darussadah. Pesantren ini didirikan pada tahun 1983 oleh KH Imam Muzani Bunyamin. Dalam setiap aktivitasnya Darussadah yang memiliki makna “Rumah Kebahagian” ini memiliki sebuah visi yaitu “Membentuk siswa yang berkualitas dalam bidang IMTAQ dan IPTEK serta memenuhi standar pendidikan nasional”.Untuk pendidikan sehari-hari santri nantinya akan menghafal kitab-kitab gramatika Bahasa Arab yakni kitab Nahwu dan Shorof, yang merupakan spesialisasi kurikulum di Darussa’adah. Untuk metode pengajarannya masih mengugunakan metode tradisional seperti bandungan Kitab Kuning, Sorogan dan Darussadah juga juga menerapkan metode pengajaran dimana santri yang lebih tinggi harus mengajar kelas yang lebih rendah. Penerapan sistem ini dimaksudkan agar santri yang telah senior, benar-benar telah siap terjun untuk berkiprah dalam ini Darussadah membuka beberapa program pendidikan, antara lainPondok PesantrenRaudhlatul AthfalMadrasah IbtidaiyahMadrasah TsanawiyahMadrasah AliyahMengenai biaya pendidikannyaSekitar Rp. masukSekitar Rp. bulananAlamat lengkap pesantren Truka, Kritig, Kec. Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54382Website resmi sudah ada gambaran mau nyantri di Pondok Pesantren Terbaik di Kebumen yang mana? Oh ya, jika Anda tahu ada pondok bagus yang belum kami list, infokan di komentar ya!Baca juga Daftar 500 Pesantren Terbaik di Indonesia
Akibatnyaratusan rumah dan Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Desa Sumberadi Kebumen terendam banjir. Ketinggian air sendiri mencapai 80 hingga 160 Cm. Bencana ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Akibatnya banjir tersebut, para santri Ponpes Al Kahfi Somalangu membutuhkan bantuan. Ini baik berupa makanan maupun baju kering.
KABUPATEN Kebumen memiliki sekitar 167 pondok pesantren besar dan kecil yang tersebar di sejumlah kecamatan. Dari jumlah itu, ada beberapa pesantren yang berusia sangat tua. Salah satunya ialah Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu di Desa Sumberadi, Kecamatan/Kabupaten Kebumen. Pesantren ini dirikan tahun 1475 M oleh seorang ulama asal Hadharamaut, Yaman yang bernama Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani. Tahun dan waktu berdirinya pesantren itu ketahui dari Prasasti Batu Zamrud Siberia Emerald Fuchsite yang terdapat di dalam masjid di komplek pesantren. Prasasti batu zamrud warna hijau itu bertuliskan huruf Jawa dan Arab. Huruf Jawa dengan candra sengkala yang tertulis "Bumi Pitu Ina" menandai tahun berdirinya. Sedangkan tulisan dalam huruf Arab merupakan penjabaran dari candra sengkala tersebut. Angka tanggal yang tertera dengan huruf hijaiyah ialah "25 Syaíban 879 H" atau bersamaan dengan Rabu, 4 Januari 1475 M. Jika angka tersebut benar adanya, pesantren Al Kahfi sudah berdiri sejak 537 tahun silam. Di usianya yang lebih dari lima abad, pesantren yang hanya berjarak sekitar 1,5 km dari Jalan Raya Kebumen-Kutoarjo itu masih bertahan menjadi pusat pendidikan islamiyah. Dari masa ke masa, pesantren ini menelurkan para ulama besar yang tersebar di nusantara. Bahkan pada masa perjuangan, pesantren Al Kahfi menjadi pusat perjuangan umat Islam dalam melawan penjajah Belanda. Dengan sejarah panjang yang dimilikinya, Pesantren Al Kahfi memang kaya akan peninggalan historis. Dari sisi bangunan, masih tersisa Masjid Al Kahfi yang berdiri kokoh. Masjid yang berada di dalam komplek pesantren itu masuk dalam daftar bangunan cagar budaya Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala BP3 Jateng. Konon saat dibangun pertama kali, masjid Al Kahfi dibangun dengan atap daun ilalang yang selalu mengeluarkan bau wangi. Adapun keunikan pada bangunan masjid yang masih bisa dijumpai ialah pada terakota mustaka masjid yang terbuat dari tanah liat, tertulis angka tahun 1299 Hijriyah atau 1878 Mesehi. Sedangkan pada genteng, terdapat tulisan menggunakan bahasa Belanda ìAboengamar Steen & Pannem Fabriek Sokkaî. Tidak hanya masjid, bangunan asrama pondok tempat belajar santri, sebagian masih menyisakan bangunan lama. Sebuah rumah panggung yang di bawahnya sekaligus ada kolam-kolam tempat wudlu juga masih dipertahankan. Di pintu rumah panggung tersebut tertulis nama komplek yakni ìPasukan Bangkong Reangî. Dalam cerita rakyat, Ki Bangkong Reang terkenal dengan kesaktiannya yang selalu membantu memberikan ilmu-ilmu baik ilmu agama maupun ilmu kanuragan. Ki Bangkong Reang merupakan tokoh yang sakti yaitu bisa berubah wujud menjadi katak, kodok dalam menyerang musuh. Sistem Pembelajaran Seiring dengan perkembangan jaman, Pesantren Al Kahfi Somalangi dipimpin oleh generasi penerusnya. Saat ini, pesantren tersebut dipimpin oleh KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif yang merupakan generasi penerus keturunan ke-16 dan pengasuh pesantren tersebut. Setidaknya terdapat sekitar 700 santri yang terdiri atas 500 santri putra dan 200 santri putri. Sudah lima abad berdiri, pesantren ini mempertahankan metodologi pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandongan. Kitab-kitab yang diajarkan antara ilmu nahwu, shorof fiqih, tafsir Alquran dan hadist. Beberapa kitab fiqih yang diajarkan seperti Safinatun Najah, Fatkul Qorib, Fatkhul Muíin, dan Fatkhul Wahab. Selain metode klasik, dalam pembelajaran agama pesantren Al Kahfi juga menerapkan sistem klasikal melalui madrasah diniyah madin. Santri terbagi sesuai tingkatan yakni Ibtida awal, Wustho dan Uliya. Sebagian proses pembelajaran agama itu dilaksanakan pada sore dan malam hari hingga setelah subuh. Maklum, sebagian besar santri juga belajar ilmu umum baik di SMP Al Kahfi, SMA Al Kahfi, dan SMK Al Kahfi. Sekolah umum yang berada di bawah yayasan pesantren dan lokasi gedungnya juga berada di dalam komplek pesantren. Gus Afif yang memimpin pesantren itu sejak tahun 1992-1993 tersebut awalnya mendirikan SMK Al Kahfi tahun 1995 dan sekarang berkembang memiliki 12 kelas. Sukses mendirikan SMK, tahun 2003 disusul mendirikan SMP Al Kahfi yang kini memiliki Sembilan kelas. Baru setelah itu dirikan SMA Al Kahfi yang baru memiliki tiga kelas. Sebagian siswa sekolah tersebut sembari mondok di pesantren, dan sebagian lagi siswa dari sekitar pesantren. Supriyanto-91 Sumber
Ituartinya, Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu resmi berdiri semenjak tanggal 25 Sya'ban 879 H atau bersamaan dengan Rabu, 4 Januari 1475 M. Pendirinya adalah Syaikh as-Sayid Abdul Kahfi al-Hasani. Beliau semula merupakan seorang tokoh ulama yang berasal dari Hadhramaut, Yaman. Lahir pada tanggal 15 Sya'ban 827 H di kampung Jamhar, Syihr.
Pesantren Al Kahfi, Somalangu, penyebaran ajaran Islam dan jaringan ulama di selatan Jawa sebagian wilayah Mataraman dipastikan tidak akan bisa lepas dari keberadaan Pondok Pesantren Somalangu al-Kahfi di Desa Sumberadi, Kabupaten Kebumen. Pondok pesantren ini sudah berdiri sangat lama. Mengacu pada prasasti yang dipahat di batu zamrud, umur pesantren ini malah lebih tua dua tahun dari Masjid Demak, yakni pada 26 Syaban 879 H 4 Januari 1475 M. Pesantren Somalangu didirikan oleh seorang ulama yang mantan pejabat tinggi asal Syihr, Hadramaut, Yaman, yakni Sayid as-Syekh Muhammad 'Ishom al-Hasani. Sosok ini oleh masyarakat di sana lebih dikenal dengan nama Sayid as-Syekh Abdul Kahfi Awwal mengacu pada nama pemberian gurunya, Sayid Ja'far bin Hasan dari 'Inath. Gelar "kahfi" dikenakan karena dia dikenal gemar menyendiri di dalam gua untuk Kahfi datang ke tempat itu setelah Sultan Demak memberikan perintah agar pergi dan tinggal ke pedalaman selatan Jawa itu. "Thama dha'u'' di situ tempatmu," begitu titah Sultan Demak kepada Syekh Abdul Kahfi ketika memintanya pergi ke selatan Jawa yang saat itu masih jarang penghuni dan penduduknya masih memeluk agama Hindu. Di riwayat lain Kuntowijoyo menyebut bahwa yang memerintahkan pergi itu adalah Raja Mataram, Sultan Agung Scroll untuk membaca Scroll untuk membaca "Pondok pesantren kami sudah sangat tua. Tak jauh dari masjid dahulu ada candi dengan lingga-Yoni yang sangat besar. Sebelum pondok berdiri di situ, masyarakatnya menganut agama Hindu yang dipimpin Resi Dara. Nama asli desa itu Alang-Alang Wangi. Para alumni dan santri tersebar ke banyak daerah, apalagi pendiri pondok ini juga punya hubungan darah dengan para ulama Sumatra Timur dan di Kesultanan Bugis, Makassar," kata Hidayat Aji Pambudi MA, salah seorang pengurus Yayasan Pondok Pesantren al-Kahfi, Somalangu. Menurut Aji, karena sudah berusia sangat tua, maka wajar bila kemudian para alumninya menyebar ke berbagai wilayah, terutama di wilayah Kedu Selatan, Cilacap, Banyumas, bahkan sejumlah pesantren di Cirebon juga ikut terkait. Temali jaringan ini semakin kuat karena antar para murid yang kemudian mendirikan pesantren, termasuk keluarga pesantren Somalangu, saling melanggengkan hubungan melalui ikatan didirikan, pesantren ini telah mengalami pergantian pimpinan secara turun-temurun sebanyak 16 kali. Para alumninya pun telah menjadi tokoh Islam terkenal seperi Kiai Abbas Buntet Cirebon, Kiai Dalhar Watu Congol Muntilan, dan Kiai Dahlan Jampes.''Kalau hubungan pernikahan keluarga pesantren ini juga menikah dengan banyak kiai berpengaruh di sekitar wilayah Kebumen, Banyumas, dan Cilacap. Sedangkan kalau jaringan santri alumni yang saling melakukan pernikahan sudah tak bisa lagi dilacak karena sudah tersebar luas dalam jangka waktu yang sampai 500-an tahun itu,'' ujar dakwah ulama HadramautFakta bahwa antarulama di selatan Jawa itu sudah lama membentuk jaringan masih bisa terlacak di Pondok Pesantren at-Taujieh al-Islamy didirikan KH Hisyam bin Zuhdy KH Hisyam Leler, di Kabupaten Banyumas bagian selatan. Para pengasuh pondok pesantren yang berada di perbatasan Banyumas dan Cilacap ini punya hubungan darah melalui perkawinan dengan SomalanguSelain itu, semenjak dahulu ulama pengasuh pondoknya juga sudah punya hubungan, baik ke ilmuan dan tarikat, dengan para kiai yang ada di Yogyakarta, Cirebon, dan Rembang Jawa Timur. Selain itu pesantren yang berdiri sekitar tahun 1915 juga terkoneksi dengan ulama di Haramain Makkah."Ayah kami, KH Hisyam, memang meneruskan dakwah sang ayah dengan mengurus pesantren. Di tangan generasi kedua, Pesantren Leler mengalami perkembangan cukup signifikan," kata salah satu putra KH Hisyam, KH Zakiyul membina santri, KH Hisyam berguru pada KH Kholil Harun, KH Bisri Mustofa Rembang, Syaikh Khosin Bendo Pare, Kediri. "Ayah juga ngaji kitab Bukhari pada Syekh Hasyim Asy'ari Tebuireng dan kitab Fathul Wahab pada KH Kholil Lasem," dengan Pesantren at-Tauzieh di Leler, pesantren besar lainnya di kawasan selatan Jawa adalah Pesantren Al Ihya Umuluddin di Kesugihan Cilacap. Pesantren yang usianya mendekati satu abad ini juga punya ikatan perkawinan dan jaringan keilmuan dengan pesantren tua yang lain. Salah satu pendirinya pun punya hubungan perkawinan dengan Pesantren dari segi keilmuan, mereka terkait dengan pesantren besar di Jawa Timur dan berbagai pesantren lain yang ada di pesisir pantai utara serta selatan Jawa. Tarikat yang dianut adalah tarikat Syatariyah tarikat yang juga dianut Pangeran Diponegoro dan ulama yang menggerakkan Perang Jawa pada tahun 1825 M. Bila ditarik lagi silsilahnya, para pengurus pesantren ini merupakan keturan Sunan Geseng, Sunan Kalijaga, dan Sunan Giri di Gresik."Jaringan ulama kami juga terkait dengan jaringan ulama yang ada di Kesultanan Demak. Di lain pihak kami juga hubungannya dengan jaringan ulama Yaman karena ada darah dengan Syekh Abdul Kahfi Somalangu. Para santri kami sudah menyebar dan mendirikan pesantren di banyak tempat. Salah satu saudara kami, misalnya, mendirikan Pesantren di Kebarongan,Banyumas,'' kata KH Nasrullah, salah satu pengurus Pesantren Ihya Umuluddin yang kini tengah mengawali pendirian Institut Agama Islam Imam Ghazali yang letaknya tak begitu jauh dari pengaruh jaringan ulama Cirebon juga terlacak di wilayah itu, terutama di pondok pesantren yang letaknya mulai mendekati arah kawasan pantai utara. Di Pesantren Jombor, yang ada di Cilongok, Kabupaten Banyumas. Pesantren ini didirikan oleh KH Abdussomad. Salah satu cucu Mbah Abudssomad adalah cendekiawan kondang yang menjadi khatib syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi."Jaringan ulama ini terkait dengan ulama dari Kesultanan Demak dan Cirebon. Dulu wilayah ini masuk Kadipaten Pasir Luhur yang merupakan 'wilayah yang dalam perlindungan' Kerajaan Sunda Pajajaran. Islam dibawa ke sini oleh Syekh Mahdum ulama dari Demak dan Syekh Abdussomad ulama dari Cirebon," kata Ahmad Khoirul Fahmi, penulis buku riwayat ringkas para ulama di senada juga dinyatakan Mustolih, santri Pondok Pesantren Al Azhari, Karangcengis, Banyumas. Menurut dia pendiri pesantrennya KH Yusuf Azhari itu punya hubungan darah atau kaitan dengan ulama di Cirebon. "Selain itu, jaringan pemikiran kiai kami juga terhubung dengan berbagai pesantren di Jawa lainnya, seperti Pesantren Krapyak di Yogyakarta. Selain itu, Mbah Yusuf juga sempat cukup lama menuntut ilmu di Makkah,'' fakta itu maka tampaklah bahwa ikatan jaringan ulama di selatan Jawa itu sudah berumur mendekati enam abad. Ini jelas waktu yang sangat pesantren dan Pohon SawoDan salah satu di antara ciri pesantren dan masjid tua adalah adanya tanaman pohon sawo kecik yang ada di setiap halaman pesantren. Hal itu bisa lihat di Masjid Ploso Kuning Yogyakarta yang dibangun oleh kakak Sultan Hamengkubuwono I. Masjid ini sempat menjadi tempat 'mengaji' Pangeran Diponegoro. Hal yang sama bisa juga terjadi di Pesantren Somalangu dan Leler. Di halaman masjid dan di samping masjid tertananam pepohonan sawo yang rimbun. Di Pesantren Somalangu pohon sawo kecik sempat ditebang karena terjadi perluasan dan pengerasan halaman masjid. Sementara itu di Pesantren Leler tampak pohon sawonya berdiri kokoh di depan masjid meski cabang dan daunnya Ingris Peter Carey menyatakan tanaman pohon sawo yang ada di depan setiap masjid itu menjadi ciri atau isyarat bahwa tempat tersebut adalah merupakan salah satu titik jaringan penyebaran agama Islam. Di zaman perang Diponegoro tanda ini menjadi efektif sebagai isyarat simpul perlawanan dan suplai logistik serta perekrutan prajurit.''Semua pesantren tua pasti di tanami pohon sawo. Itulah salah satu isyarat jaringan ulama,'' kata Peter Carey. Mengapa dipilih 'sawo kecik'? Jawabnya karena ini menjadi penanda bahwa semua Muslim harus bersikap 'sarwo becik' serba bagus/mulia. Selain itu sebagai isyarat agar umat Muslim berperilaku yang manis seperti manisnya buah sawo itu. IslamdiJawa DakwahIslamdiSelatanJawaTengah
KEBUMEN(30/7): Sebelum hadir di lokasi acara Halal Bi Halal, Prof Dr KH Said Agiel Siradj MA Ketua Umum Tanfidziyah PBNU bertandang silaturakhim ke kediaman KH Afifudin Al Hasani Rois Syuriyah PCNU Pengasuh Ponpes Al Kahfi Somalangu Kebumen. Seusai beramah tamah beberapa saat, Kyai Said, begitu biasa beliau disapa, bersama KH Afifudin Al Hasani hadir dalam acara Halal Bihalal Warga NU Kebumen
SEJARAHPONDOK PESANTREN AL-KAHFI SOMALANGU SEJARAH SINGKAT PONDOK PESANTRENPondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen merupakan Pondok Pesantren yang telah terhitung cukup tua keberadaannya. Karena Pondok Pesantren ini telah ada semenjak tahun 1475 M. Adapun tahun dan waktu berdirinya dapat kita ketahui di antaranya dari Prasasti Batu Zamrud Siberia Emerald Fuchsite berbobot 9 Kg yang ada di dalam Masjid Pondok Pesantren diketahui, menurut keterangan yang dihimpun oleh para ahli sejarah bahwa ciri khas Pondok Pesantren yang didirikan pada awal purmulaan Islam masuk di Nusantara adalah bahwa di dalam Pondok Pesantren itu dipastikan adanya sebuah Masjid. Dan pendirian Masjid ini sesuai dengan kebiasaan waktu itu adalah merupakan bagian daripada pendirian sebuah Pesantren yang terkait dengannya. Prasasti yang mempunyai kandungan elemen kimia Al, Cr, H, K, O, dan Si inibertuliskan huruf Jawa & Arab. Huruf Jawa menandai candra sengkalanya tahun. Sedangkan tulisan dalam huruf Arab adalah penjabaran dari candra sengkala tersebut. Terlihat jelas dalam angka tanggal yang tertera dengan huruf Arabic “25 Sya’ban 879 H”. Ini artinya bahwa Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu resmi berdiri semenjak tanggal25 Sya’ban 879 H atau bertepatan dengan hari Rabu, 4 Januari 1475 adalah As-Syeikh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani. Beliau semula merupakan seorang tokoh ulama yang berasal dari Hadharamaut, Yaman. Lahir pada tanggal 15 Sya’ban 827 H di kampung Jamhar, Syihr. Datang ke Jawa tahun 852 H/1448 Mpada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya, Majapahit atau Prabu Brawijaya I 1447 – 1451. Jadi setelah 27 tahun pendaratannya di Jawa, As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi AlHasani barulah mendirikan Pondok Pesantren Al Kahfi PENDIRINama aslinya adalah As-Syekh As-Sayyid Muhammad Ishom Al Hasani. Beliau mertupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Ayahnya bernama As-Syekh As-Sayyid Abdur Rasyid bin Abdul Majid Al Hasani, sedangkan ibunya bernama Syarifah Zulaikha binti Mahmud bin Abdullah bin As-Syekh Shahibuddin Al Huseini Inath. Ayah dari Syekh As[1]Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani adalah keturunan ke-22 Rasulullah saw dari Sayyidina Hasan ra, melalui jalur As-Syekh As-Sayyid Abdul Bar putera As-Syekh As[1]Sayyid Abdul Qadir Al Jaelani Al datang dari Bagdad, Irak ke Hadharamaut atas permintaan As-Syekh As-Sayyid Abdullah bin Abu Bakar Sakran Al Idrus Al Akbar untuk bersama-sama ahlibait nabi yang lain menanggulangi para ahli sihir di para ahli sihir ini dapat dihancurkan, para Ahlibait Nabi tersebut kemudian bersama–sama membuat suatu perkampungan di bekas basis tinggalnya para ahli sihir itu. Perkampungan ini kemudian diberi nama “Jamhar” sesuai dengan kebiasaan ahlibait waktu itu yang apabila menyebut sesamanya dengan istilah Jamhar sebagaimana sekarang apabila mereka menyebut sesamanya dengan istilah “Jama’ah”. Sedangkan wilayah tempat kampung itu berada kini lebih dikenal dengan nama daerah Syihr, Syihir, Syahar ataupun Syahr. Yaitu diambil dari kata “Sihir” mengalami pergeseran bunyi dibelakang hari, untuk menandakan bahwa dahulu wilayah tersebut memang sempat menjadi basis dari para ahli sihir Hadharamaut, dari As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani ini akhirnya tinggal, menetap dan wafat di Palestina, karena beliau diangkat menjadi Imam di Baitil Maqdis Masjidil Aqsha. Di Palestina beliau masyhur dengan sebutan As-Syekh As-Sayyid Abdur Rasyid AlJamhari Al Hasani. Makam beliau berada di komplek pemakaman imam–imam masjid Al Quds. Sedangkan 4 saudara As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani yang lain tinggal serta menetap di Syihr, Inath serta Ma’rib, Hadharamaut. As-Syekh As-Sayyid Muhammad Ishom Al Hasani sejak usia 18 bulan telah dibimbing dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan keagamaan oleh guru beliau yang bernama Sayyid Ja’far Al Huseini, Inath dengan cara hidup di dalam goa-goa di Yaman. Oleh sang guru setelah dianggap cukup pembelajarannya, As-Syekh As-Sayyid Muhammad Ishom Al Hasani kemudian diberi laqob julukan dengan Abdul Kahfi. Yang menurut sang guru artinya adalah orang yang pernah menyendiri beribadah kepada Allah SWT dengan berdiam diri di goa selama bertahun-tahun lamanya. Nama Abdul Kahfi inilah yang kemudian masyhur dan lebih mengenalkan pada sosok beliau daripada nama aslinya sendiriyaitu As-Syekh As-Sayyid Muhammad Ishom. As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani ketika berusia 17 tahun sempat menjadi panglima perang di Yaman selama 3 tahun. Setelah itu beliau tinggal di tanah Haram, Makkah. Kemudian Pada usia 24 tahun, beliau berangkat berdakwah ke Jawa. Mendarat pertama kali di pantai Karang Bolong, kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Setelah menaklukan dan mengislamkan Resi Dara Pundi di desa Candi Karanganyar, Kebumen lalu menundukkan Resi Candra Tirto serta Resi Dhanu Tirto di desa CandiWulan dan desa Candimulyo kecamatan Kebumen, beliau akhirnya masuk ke tempat yang waktu itu masih hutan belantara ini, beliau hanya bermujahadah sebentar, mohon kepada Allah SWT agar kelak tempat yang sekarang menjadi Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu dapat dijadikan sebagai basis dakwah islamiyahnya yang penuh barokah dikemudian hari. Selanjutnya beliau meneruskan perjalanannya ke arah Surabaya, Jawa Surabaya, As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani tinggal di Ampel. Di tempat itu beliau diterima oleh Sunan Ampel dan sempat membantu dakwah Sunan Ampel selama 3 tahun. Kemudian atas permintaan Sunan Ampel, beliau diminta untuk membuka pesantren di Sayung, Demak. Setelah pesantren beliau di Sayung, Demak mulai berkembang As[1]Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani kemudian diminta oleh mubaligh-mubaligh islam di Kudus agar berkenan pindah dan mendirikan pesantren di Kudus. Problem ini terjadi karena para mubaligh islam yang telah lebih dahulu masuk di Kudus sempat kerepotan dalam mempertahankan dakwah Islamiyahnya sehingga mereka merasa amat membutuhkan sekali kehadiran sosok beliau di tengah-tengah mereka agar dapat mempertahankan dakwah Islamiyah di wilayah As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani tinggal di Kudus dan mendirikan pesantren ditempat itu, Sunan Ampel kemudian mengirim puteranya yang bernama Sayyid Ja’far As_Shadiq belajar pada beliau di Kudus. Tempat atsar pesantren As-Syekh As- Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani di Kudus ini sekarang lebih dikenal orang dengan nama “Masjid Bubrah”.Ketika berada di pesantren beliau ini, Sayyid Ja’far As Sahadiq sempat pula diminta oleh beliau untuk menimba ilmu pada ayah beliau yang berada di Al Quds, Palestina yaitu As-Syekh As-Sayyid Abdur Rasyid Al Hasani. Oleh karena itu setelah selesai belajar di Al Quds, Palestina atas suka citanya sebagai rasa syukur kepada Allah Swt bersama As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani, Sayyid Ja’far As_Shadiq kemudian mendirikan sebuah masjid yang ia beri nama “Al Aqsha”. Oleh As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani, Sayyid Ja’far As Sahadiq kemudian ditetapkan sebagai imam masjid tersebut dan As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani kemudian pindah ke Demak guna membantu perjuangan Sultan Hasan Al Fatah Pangeran Jimbun Abdurrahman Khalifatullah Sayyidin Panatagama di Kerajaan Islam As-Sayyid Al Hasani menikah di Demak pada saat usianya telah mencapai kurang lebih 45 tahun. Pada waktu putera pertamanya telah berusia kurang lebih 5 tahun, beliau bersama isteri dan puteranya itu hijrah dari Demak ke Somalangu untuk mendirikan Pesantren. Di Somalangu inilah beliau akhirnya bermukim dan pesantren yang didirikannya kemudian hari dikenal dengan nama Pesantren Al Kahfi Somalangu. As-Syekh As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani terhitung cukup lama dalam mengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu. Yaitu berkisar mencapai 130-an tahun. Oleh karenanya jika sejarah keadaan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu sepanjang kepengasuhan beliau dibeberkan akan menelan kisah yang cukup As-Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani wafat pada malam Jum’at, 15 Sya’ban 1018 H atau bertepatan dengan tanggal 12 November 1609 M. Jasad beliau dimakamkan di bukit Lemah Lanang, Somalangu, Kebumen. Dan beliaulah orang pertama yang dimakamkan di tempat tersebut. Prasasti batu zamrud warna hijau seberat 9 kilogram itu masih tersimpan di Pondok Pesantren Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan Kabupaten Kebumen. Jika angka di prasasti tahun 879 Hijriyah atau 1475 Masehi benar, pondok tersebut sudah berdiri sebelum nama Kebumen muncul.
atikmaskanatun ni'amah, nim. 09120006 (2013) biografi syaikh mahfudh al-hasani somalangu 09390001 (2013) faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan opini audit going concern pada perusahaan di indonesia yang masuk jakarta nim. 06470014 (2013) perkembangan kurikulum madrasah diniyah pondok pesantren al falahiyyah mlangi
KEBUMEN, – Ada yang luar biasa sekaligus membanggakan bagi masyarakat Kebumen. Tidak lain dengan keberadaan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu yang kini diasuh oleh KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif. Pondok pesantren yang berada di Desa Sumberadi, Kecamatan/Kabupaten Kebumen itu baru memperoleh anugerah dari PBNU sebagai pondok pesantren tertua di Indonesia. Bahkan dalam berbagai literatur disebutkan tertua Se-Asia Tenggara.“Anugerah tersebut diterima Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu bersamaan dengan momentum satu abad NU,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar pada pembukaan Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Senin 27/2/2023. Menurut Kiai Dawam, sapaan akrab KH Moh Dawamudin Masdar, usia Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu saat ini memasuki 565 tahun, di mana tertera tulisan Arab Jawa Pegon pada prasasti yang menunjukkan berdirinya pesantren tersebut tahun 879 H tanggal 25 Sya’ diketahui, Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu didirikan oleh Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani. Ulama yang lahir di Distrik Kota Syihr, Provinsi Hadhramaut, Yaman itu pertama mendarat di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan tahun 852 H atau 1448 M pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya Majapahit atau Prabu Brawijaya I 1447 -1451.Generasi Ke-16Setelah 27 tahun pendaratannya di tanah Jawa, Syeikh Abdul Kahfi barulah mendirikan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu pada 25 Sya’ban 879 H atau bertepatan Rabu, 4 Januari 1475 pengasuh sekarang, Gus Afif,merupakan generasi ke-16. Dimulai dari Syeikh As Sayid Muhammad Ishom dengan sebutan Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Awwal bin Abdur Rasyid bin Abdul Majid Al Hasani. Estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu selanjutnya dipegang oleh Syeikh As Sayid Muhtarom bin Syeikh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani dan Syeikh As Sayid Jawahir bin Muhtarom Al Syeikh As Sayid Yusuf bin Jawahir Al Hasani, Syeikh As Sayid Hasan bin Yusuf Al Hasani, lalu Syeikh As Sayid Abdul Mannan bin Hasan Al Hasani , Syeikh As Sayid Zakariya bin Abdul Mannan Al Hasani, Syeikh As Sayid Abdul Hannan bin Zakariya Al Hasani, Syeikh As Sayid Yusuf bin Abdul Hannan Al Hasani dan Syeikh As Sayid Zaenal Abidin bin Yusuf Al Syeikh As Sayid Muhammad Al Marwah bin Zaenal Abidin Al Hasani, Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Marwah Al-Hasani dengan sebutan Syeikh Abdul Kahfi Tsani, Syeikh As Sayid Abdurrahman bin Ibrahim Al Hasani, Syeikh As Sayid Mahfudz bin Abdurrahman Al Hasani, Syeikh As Sayid Khanifuddin bin Mahfudz Al Hasani dan Gus Afif. Admin5
| Но ιбадիβаն | ፍ ቷዧруճ сонтисвищу |
|---|
| ዩуγ ጧሬифεсрፂд аςυችοчըца | Е уժሐ цաтв |
| Шаб зω | Խстաμ оμιሧሒኔገц ሆգ |
| Уνխጅθኪጬ хеврехαբуታ μ | Ши εս χաкиβ |
| Եτፕζ жеλες | Աр κሐ |
Sesudahdari Salaman, saat ia berusia 15 tahun mbah Kiai Dalhar dibawa oleh ayahnya ke Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen. Oleh ayahnya, mbah Kiai Dalhar diserahkan pendidikannya pada Syeikh As_Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani atau yang ma'ruf dengan laqobnya Syeikh Abdul Kahfi Ats-Tsani.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pondok pesantren "AL-Kahfi" Somalangu Kebumen merupakan Pondok Pesantren yang telah terhitung cukup tua keberadaannya. Karena Pondok Pesantren ini telah ada semenjak tahun 1475 M. Adapun tahun dan waktu berdirinya dapat kita ketahui diantaranya dari Prasasti Batu Zamrud Siberia Emerald Fuchsite berbobot 9 kg yang ada didalam Masjid Pondok Pesantren tersebut. Sebagaimana diketahui menurut keterangan yang dihimpun oleh para ahli sejarah bahwa ciri khas Pondok Pesantren yang didirikan pada awal purmulaan islam masuk di Nusantara adalah bahwa didalam Pondok Pesantren itu dipastikan adanya sebuah Masjid. Dan pendirian Masjid ini sesuai dengan kebiasaan waktu itu adalah merupakan bagian daripada pendirian sebuah Pesantren yang terkait dengannya. Prasasti ang mempunyai kandungan elemen kimia Al, Cr, H, K, O, dan Si ini bertuliskan huruf Jawa & Arab. Huruf Jawa menandai candra sengkalanya tahun. Sedangkan tulisan dalam huruf Arab adalah penjabaran dari candra sengkala tersebut. Terlihat jelas dalam angka tanggal yang tertera dengan huruf Arabic “25 Sya’ban 879 H” Ini artinya bahwa Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu resmi berdiri semenjak tanggal 25 Sya’ban 879 H atau bersamaan dengan Rabu, 4 Januari 1475 M. Pendirinya adalah Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al_Hasani. Beliau semula merupakan seorang tokoh ulama yang berasal dari Hadharamaut, Yaman. Lahir pada tanggal 15 Sya’ban 827 H di kampung Jamhar, Syihr. Datang ke Jawa tahun 852 H/1448 M pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya Majapahit atau Prabu Brawijaya I 1447 – 1451. Jadi setelah 27 tahun pendaratannya di Jawa, Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani barulah mendirikan Pondok Pesantren Al_Kahfi Somalangu. Biografi Pendiri Nama aslinya adalah Sayid Muhammad Ishom Al_Hasani. Merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Ayahnya bernama Sayid Abdur_Rasyid bin Abdul Majid Al_Hasani, sedangkan ibunya bernama Syarifah Zulaikha binti Mahmud bin Abdullah bin Syekh Shahibuddin Al Huseini Inath. Ayah dari Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani adalah keturunan ke-22 Rasulullah saw dari Sayidina Hasan ra, melalui jalur Syekh As_Sayid Abdul Bar putera Syekh As_Sayid Abdul Qadir Al_Jaelani Al_Baghdadi. Beliau datang dari Bagdad, Irak ke Hadharamaut atas permintaan Syekh As_Sayid Abdullah bin Abu Bakar Sakran Al_Idrus Al_Akbar untuk bersama – sama ahlibait nabi yang lain menanggulangi para ahli sihir di Hadharamaut. Setelah para ahli sihir ini dapat dihancurkan, para ahlibait nabi tersebut kemudian bersama – sama membuat suatu perkampungan dibekas basis tinggalnya para ahli sihir itu. Perkampungan ini kemudian diberi nama “Jamhar” sesuai dengan kebiasaan ahlibait waktu itu yang apabila menyebut sesamanya dengan istilah Jamhar sebagaimana sekarang apabila mereka menyebut sesamanya dengan istilah “Jama’ah”. Sedangkan wilayah tempat kampung itu berada kini lebih dikenal dengan nama daerah Syihr, Syihir, Syahar ataupun Syahr. Yaitu diambil dari kata “Sihir” mengalami pergeseran bunyi dibelakang hari, untuk menandakan bahwa dahulu wilayah tersebut memang sempat menjadi basis dari para ahli sihir Hadharamaut, Yaman. Ayah dari Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-HAsani ini akhirnya tinggal, menetap dan wafat di Palestina, karena beliau diangkat menjadi Imam di Baitil Maqdis Masjidil Aqsha. Di Palestina beliau masyhur dengan sebutan Syekh As_Sayid Abdur_Rasyid Al_Jamhari Al_Hasani. Makam beliau berada di komplek pemakaman imam – imam masjid Al_Quds. Sedangkan 4 saudara Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al_Hasani yang lain tinggal serta menetap di Syihr, Inath serta Ma’rib, Hadharamaut. Sayid Muhammad Ishom Al_Hasani semenjak usia 18 bulan telah dibimbing dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan keagamaan oleh guru beliau yang bernama Sayid Ja’far Al_Huseini, Inath dengan cara hidup didalam goa – goa di Yaman. Oleh sang guru setelah dianggap cukup pembelajarannya, Sayid Muhammad Ishom Al_Hasani kemudian diberi laqob julukan dengan Abdul Kahfi. Yang menurut sang guru artinya adalah orang yang pernah menyendiri beribadah kepada Allah swt dengan berdiam diri di goa selama bertahun – tahun lamanya. Nama Abdul Kahfi inilah yang kemudian masyhur dan lebih mengenalkan pada sosok beliau daripada nama aslinya sendiri yaitu Muhammad Ishom. Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al_Hasani ketika berusia 17 tahun sempat menjadi panglima perang di Yaman selama 3 tahun. Setelah itu beliau tinggal di tanah Haram, Makkah. Kemudian Pada usia 24 tahun, beliau berangkat berdakwah ke Jawa. Mendarat pertama kali di pantai Karang Bolong, kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Setelah menaklukan dan mengislamkan Resi Dara Pundi di desa Candi Karanganyar, Kebumen lalu menundukkan Resi Candra Tirto serta Resi Dhanu Tirto di desa Candi Wulan dan desa Candimulyo kecamatan Kebumen, beliau akhirnya masuk ke Somalangu. Ditempat yang waktu itu masih hutan belantara ini, beliau hanya bermujahadah sebentar, mohon kepada Allah swt agar kelak tempat yang sekarang menjadi Pondok Pesantren Al_Kahfi Somalangu dapat dijadikan sebagai basis dakwah islamiyahnya yang penuh barokah dikemudian hari. Selanjutnya beliau meneruskan perjalanannya ke arah Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al_Hasani tinggal di Ampel. Ditempat itu beliau diterima oleh Sunan Ampel dan sempat membantu dakwah Sunan Ampel selama 3 tahun. Kemudian atas permintaan Sunan Ampel, beliau diminta untuk membuka pesantren di Sayung, Demak. Setelah pesantren beliau di Sayung, Demak mulai berkembang Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani kemudian diminta oleh muballigh – muballigh islam di Kudus agar berkenan pindah dan mendirikan pesantren di Kudus. Problem ini terjadi karena para muballigh islam yang telah lebih dahulu masuk di Kudus sempat kerepotan dalam mempertahankan dakwah islamiyahnya sehingga mereka merasa amat membutuhkan sekali kehadiran sosok beliau ditengah – tengah mereka agar dapat mempertahankan dakwah islamiyah di wilayah tersebut. Setelah Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani tinggal di Kudus dan mendirikan pesantren ditempat itu, Sunan Ampel kemudian mengirim puteranya yang bernama Sayid Ja’far As_Shadiq belajar pada beliau di Kudus. Tempat atsar pesantren Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani di Kudus ini sekarang lebih dikenal orang dengan nama “Masjid Bubrah”. Adapun riwayat tentang “Masjid Bubrah” ini akan kita sajikan dalam bagian tersendiri. Ketika berada di pesantren beliau ini, Sayid Ja’far As_Sahdiq sempat pula diminta oleh beliau untuk menimba ilmu pada ayah beliau yang berada di Al-Quds, Palestina yaitu Syekh As_Sayid Abdur Rasyid Al-Hasani. Oleh karena itu setelah selesai belajar di Al-Quds, Palestina atas suka citanya sebagai rasa syukur kepada Allah Swt bersama Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani, Sayid Ja’far As_Shadiq kemudian mendirikan sebuah masjid yang ia berinama “Al-Aqsha”. Oleh Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani, Sayid Ja’far As_Sahadiq kemudian ditetapkan sebagai imam masjid tersebut dan Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani kemudian pindah ke Demak guna membantu perjuangan Sultan Hasan Al-Fatah Pangeran Jimbun Abdurrahman Khalifatullah Sayidin Panatagama di Kerajaan Islam Demak. Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani menikah di Demak pada saat usianya telah mencapai kurang lebih 45 tahun. Pada waktu putera pertamanya telah berusia kurang lebih 5 tahun, beliau bersama isteri dan puteranya itu hijrah dari Demak ke Somalangu untuk mendirikan Pesantren. Di Somalangu inilah beliau akhirnya bermukim dan pesantren yang didirikannya kemudian hari dikenal dengan nama Pesantren Al_Kahfi Somalangu. Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al_Hasani terhitung cukup lama dalam mengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu. Yaitu berkisar mencapai 130-an tahun. Oleh karenanya jika sejarah keadaan Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu sepanjang kepengasuhan beliau dibeberkan akan menelan kisah yang cukup panjang. Syekh As_Sayid Abdul Kahfi Al_Hasani wafat pada malam jum’ah, 15 Sya’ban 1018 H atau bertepatan dengan tanggal 12 November 1609 M. Jasad beliau dimakamkan di bukit Lemah Lanang, Somalangu, Kebumen. Dan beliaulah orang pertama yang dimakamkan di tempat tersebut. PRASASTI batu zamrud warna hijau seberat 90 kilogram itu masih tersimpan di Pondok Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen. Jika angka di prasasti tahun 979 Hijriyah atau 1475 Masehi benar, pondok tersebut sudah berdiri sebelum nama Kebumen muncul. Perkiraan berdirinya Pesantren Al Kahfi Somalangu itu diungkapkan KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif 40, selaku generasi penerus keturunan ke-16 dan pengasuh pesantren tersebut, Rabu kemarin. Dia menuturkan, dari berbagai manuskrip dan kitab-kitab kuna yang tersimpan serta risalah sejarah, daerah Kebumen kala itu 1475-an masih berupa rawa dan hutan. Bahkan daerah Somalangu dulunya hutan lebat. Lalu siapa sebenarnya pendiri Somalangu? Menurut Gus Afif, pendirinya tidak lain Sayid Muhammad Ishom Al Hasani atau lebih dikenal dengan nama Syekh Abdul Kahfi. Dia ulama yang berasal dari Jamhar, Hadramaut di Yaman. Konon awalnya Syekh Abdul Kahfi yang suka mengembara dari gua ke gua sehingga dijuluki Abdul Kahfi, kali pertama mendarat di Pantai Karangbolong. Untuk hal yang satu ini tentu perlu penelitian lagi. Namun Gus Afif menjelaskan, setelah mendarat di Pantai Karangbolong, Abdul Kahfi berjalan ke Karanganyar. Kala itu ada kampung sudah banyak penghuninya. Ulama dari Yaman itu lalu berhasil mengislamkan salah satu resi, bernama Darapundi. Menandai pengislamaan itu, desa tersebut dinamai Desa Candi. Abdul Kahfi berjalan ke arah timur Kebumen hingga bertemu dua resi lagi, yaitu Candratirto dan Danutirto. Dua resi itu pun bisa menganut Islam dan dua desa tadi kemudian dinamai Desa Candimulyo dan Desa Candiwulan yang Berlokasi dekat dengan Somalangu Desa Sumberadi. Gus Afif menjelaskan, dari anak keturunan Abdul Kahfi banyak yang menjadi ulama besar. Abdul Kahfi sendiri adalah ulama penasihat raja Raden Fatah Demak dan pernah mewakili Sunan Ampel dalam sebuah forum ulama membahas tentang pengikut Syekh Siti Jenar. Pondok Somalangu juga masih menyimpan tanda kenang-kenangan dari Hang Tuah, tokoh ulama keturunan Cina Melayu yang pernah datang ke Somalangu. Masih banyak kisah sejarah belum tersibak dari manuskrip dan kitab-kitab kuna karya para leluhur Somalangu. Cagar Budaya Muhammad Baehaqi, selaku konsultan perintisan cagar budaya itu mengakui, dari kajian beberapa ahli purbakala yang datang ke Somalangu, memang pesantren tersebut pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa. Pihaknya mengusulkan agar Pesantren Somalangu berikut peninggalannya dijadikan cagar budaya religius. Awalnya memang ada pemikiran sederhana untuk mendirikan perpustakaan dan museum. Namun melihat aset budaya dan sejarah yang tersisa, mulai kitab-kitab lama, bangunan masjid tua, kawasan pondok, ada yoni dan lingga, serta perkampungan dengan rumah-rumah penduduk berarsitektur lama, kawasan Somalangu layak menjadi cagar budaya religius. Menurut Gus Afif Al_Hasani Pengasuh, khusus peninggalan kitab-kitab kuno dan manuskrip itu jumlahnya ribuan. Baru sebagian kecil telah dibaca dan dipelajari oleh ahli dari dinas kepurbakalaan Jateng. Karena itu dibutuhkan tempat sekaligus sistem perawatan naskah-naskah kuno yang erat dengan tinggalan sejarah itu. Tentu demi kepentingan ilmiah, wisata serta rekonstruksi sejarah. Demikian pula Masjid Somalangu. Hampir sebagian besar bangunan masjid kuno itu masih seperti adanya. Mulai mustaka masjid, mimbar dan tiang utama. Hanya beberapa tembok dan halaman sudah direnovasi. Bangunan induk berupa saka guru dan mustaka masih asli, sebagaimana awal didirikan sekitar tahun 1475. Sedangkan asrama pondok tempat belajar, sebagian masih menyisakan bangunan lama. Rumah panggung yang di bawahnya sekaligus ada kolam-kolam tempat wudlu pun masih tersisa. Kompleks pondok itu berjarak hanya nsekitar 1,5 kilometer dari jalan raya Kebumen-Kutoarjo Lihat Humaniora Selengkapnya
Uangawal tahun di Pesantren Al Kahfi sekitar 245 juta. Pesantren yang menggunakan metodologi Experiential Learning dan Active Learning Islamic Integrated. Ingat batas pendaftaran sampai dengan 15 Januari 2017. Yaitu membaca surat Al Kahfi. 0251 8224 624 Email. Masih masuk di budget uang masuk SMA yang aku dan suami siapkan. Penerimaan santri baru Pesantren Terpadu Al Kahfi sudah dibuka.
Hal yang membuat saya tertarik berkunjung ke Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen adalah karena kabarnya di sana ada sebuah prasasti kuno dari batu Zamrud Siberia yang menengarai tahun berdirinya pondok ini, yaitu pada 25 Sya'ban 879 H atau 4 Januari 1475 M. Ini pondok pesantren pertama yang pernah saya kunjungi sejauh ini. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu sangat tua, lebih dari 500 tahun. Sesudah dari Makam Bulupitu, kembali ke jalan utama kami belok kanan. Setelah 4 km belok kanan di pertigaan Kedung Bener, 50 m sebelum Ringroad , menyeberangi rel dan 1 km kemudian belok kanan di pertigaan. Sekitar 450 meter dari pertigaan itu kami masuk gang ke kanan, mentok gang belok kanan lagi, dan sampailah kami di halaman Masjid Al Kahfi Somalangu. Masjid Al Kahfi Somalamgu Serambi Masjid Al Kahfi ditopang tiang-tiang kayu jati tua dengan umpak beton. Ada tiga pintu masuk ke ruang utama masjid, yang tengah berdaun pintu empat dan yang samping berdaun pintu dua. Langit bagian dalam Masjid Al Kahfi dihias dengan ornamen ukir silang, sedangkan atap masjid berbentuk limasan tumpang, dengan mustaka terakota yang masih asli. Jika diperhatikan, di bagian tengah kayu bagian atas Mimbar Masjid Al Kahfi terdapat bagian tanpa ukir. Di tempat itu sebelumnya ada kepala kerbau atau Nandi yang dibuang karena mungkin berbau Hindu. Hanya tinggal bekas kepala dan telinga yang terlihat. Di mimbar juga konon ada tulisan angka 1000 H, namun saya tak menemukannya. Juga ada pahatan Bulus berkaki tiga pada batu pondasi dan candra sengkala berbunyi "Bumi Pitu Ina". Meskipun sudah mencari, namun lempeng batu dan ukiran bulus itu tak saya temukan. Yang tidak begitu lazim adalah adanya jendela pada dinding di kiri kanan mihrab. Pondok bertingkat para santri dan kantor pengurus pondok ada di sebelah kiri. Tempat wudlu di sebelah kanan, bersebelahan dengan pondok panggung yang asli di pesantren Al Kahfi. Beberapa santri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu yang saya temui tak satu pun tahu dimana lokasi prasasti. Namun salah satunya memanggil pengurus pondok yang saya temui setelah selesai shalat. Pengurus Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu bernama Rahmat Amiruddin kemudian saya temui di kantornya yang berada sebelah depan kanan masjid. Rahmat yang berasal dari Telogosari itu menjadi santri sejak 2000, dan kemudian mengajar di sana. Sayangnya ia juga tidak tahu letak prasasti itu. Namun Rahmat memberikan fotokopi makalah berisi riwayat Pondok Pesantren Somalangu yang ditulis KH Afifuddin bin Chanif Al Hasani, yang menjadi pemimpin pondok pesantren ini sejak 1992. Makalah itu dibawakan pada 18 November 2006 di Focus Group Discussion sebagai persiapan status Cagar Budaya Masjid Somalangu. Pendiri Pondok Pesantren Somalangu adalah Syekh Muhammad 'Ishom Al-Hasani asal Syihr, Hadramaut, Yaman. Ia disebut Abdul Kahfi oleh gurunya, Ja'far bin Hasan dari 'Inath, karena beliau gemar menyendiri di dalam gua untuk beribadah, dan sering berpindah-pindah dari satu gua ke gua lainnya. Syekh Abdul Kahfi lahir pada tanggal 15 Sya'ban tahun 827H atau 12 Juli 1424 M. Ayahnya bernama Sayid Abdur Rasyid bin Abdul Majid al-Hulaimi al-Hasani, asal Baghdad, Irak, dan sang ibu bernama Syarifah Zulaikha binti Mahmud al-Huseini yang berasal dari 'Inath, Hadramaut, sebuah lembah di negeri Yaman. Pada usia 17 tahun beliau pernah menjabat sebagai panglima perang di Yaman selama 3 tahun. Selanjutnya beliau pergi ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama. Selama lebih dari 3 tahun ia tinggal di sebuah kampung arah Tan'im yang sekarang dikenal sebagai Harrah Kahfi atau Kampung di Kebumen Pada 1448 M saat berusia 24 tahun Syekh Abdul Kahfi datang ke Pulau Jawa dan mendarat di Pantai Karang Bolong, Kebumen. Konon air laut yang dilalui Syekh Abdul Kahfi berubah menjadi air tawar, dan masih bisa dilihat di tepian Pantai Karangbolong terutama di saat petang. Beliau kemudian menyusuri alur Sungai Puring menuju arah ke utara hingga tiba di Gondosuli, Adimulyo. Selanjutnya naik ke daratan, menyusuri hutan belantara hingga sampai di Desa Candi, Kecamatan Karanganyar, dimana telah berdiri sebuah candi yang dibuat Resi Dara Pundi. Beliau juga berkunjung ke Desa Candiwulan, dan Candimulyo. Saat itu penduduk ketiga desa tersebut beragama Hindu yang masing-masing dipimpin Resi Dara Pundi, Resi Candra Tirto, dan Resi Dhanu Tirto. Resi Dara Pundi dan para pengikutnya akhirnya bersedia masuk Islam, namun Resi Candra Tirto dan Resi Dhanu Tirto memilih untuk tewas dalam Syekh Abdul Kahfi disebut bermujahadah di hutan dekat ketiga desa agar kelak membangun lembaga pendidikan Islam di sana. Beliau kemudian pergi ke Ampel, Surabaya, untuk membantu dakwah Sunan Ampel. Tiga tahun kemudian ia pindah ke Sayung, Demak, dan mendirikan pesantren. Beberapa tahun di sana, Syekh Abdul Kahfi pindah lagi ke Kudus. Di Kudus ia diminta Sunan Ampel untuk mendidik puteranya, Ja'far As-Shadiq, yang kelak menjadi Sunan Kudus. Syekh Abdul Kahfi juga mendatangkan sahabatnya Abu 'Amrin dari Hadramaut untuk membantu Sultan Demak Raden Fatah di bidang ketatanegaraan. Pada usia 45 tahun beliau menikah dengan puteri sulung Raden Fatah bernama Nur Thayyibah. Syekh Siti Jenar Dalam riwayat disebutkan bahwa setelah Syekh Siti Jenar dihukum mati oleh Dewan Majelis Ulama Demak oleh karena faham hulul atau konsep manunggaling kawula gusti dalam tasawuf yang diajarkannya, pendapat para ulama terbelah dua tentang nasib para pengikutnya. Sebagian berpendapat para pengikut Syekh Siti Jenar cukup dibina saja, sebagian lagi berpendapat mereka juga harus ikut dibinasakan. Pada muktamar yang digelar oleh Raden Fatah untuk menghindari konflik diantara pengikut kedua kubu, Syekh Abdul Kahfi mengusulkan agar para ulama memakai solusi hakekat, bukan hanya syariat. Cara yang diusulkannya adalah setiap ulama menuliskan pendapatnya dengan dasar syar'i di sebuah deluwang secara rahasia, dan lalu dimasukkan ke dalam sebuah kendi. Lalu seorang ulama akan memanjatkan doa yang isinya adalah jika Allah swt menghapus tulisan yang berisi pendapat yang tidak diridhoi, dan ulama lainnya cukup mengamini. Usul beliau diterima, dan Syekh Abdul Kahfi yang diminta untuk memimpin doa. Setelah selesai berdoa, hasilnya adalah pendapat yang menghendaki pengikut Syekh Siti Jenar dibinasakan ternyata terhapus semuanya. Para ulama pun bersyujud syukur karena berhasil mengambil keputusan yang benar dan terhindar dari perselisihan. Para pengikut Syekh Siti Jenar pun akhirnya cukup dibina, tidak dibinasakan. Sebagai ungkapan terima kasih telah berhasil meredam konflik, Raden Fatah memberi hadiah berupa status tanah perdikan untuk wilayah yang digunakan oleh Syekh Abdul Kahfi untuk berdakwah, yaitu wilayah yang kemudian dikenal bernama nama Somalangu Pada saat Raden Fatah membuat titah raja yang berisi keputusan pemberian hadiah tanah perdikan kepada Syekh Abdul Kahfi itu beliau menggunakan bahasa Arab sebagai pengantarnya yang ditutup dengan tulisan yang berbunyi 'Tsumma Dha'u'. Nama itu kemudian digunakan sebagai nama daerah tanah perdikan yang kemudian menjadi tempat tinggal Syekh Abdul Kahfi. Adalah karena lidah Jawa yang sulit melafalkan kata dalam bahasa Arab, membuat nama itu lama kelamaan mengalami proses 'di-Jawa-kan' sehingga akhirnya berbunyi Pondok Pesantren Akhirnya pada 24 Sya'ban 879 H 1475 M, setelah 20 tahun lebih berdakwah di pesisir utara Pulau Jawa, bersama istri dan anaknya yang masih kecil Syekh Abdul Kahfi berangkat menuju Somalangu, Kebumen. Mereka sampai di Somalangu menjelang maghrib esok harinya. Setelah maghrib ia mendirikan masjid 9 x 9 meter sebagai awal pesantren. Setelah itu dibangun rumah tinggal sederhana di sebelah utara masjid. Prasasti yang menandai berdirinya Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu adalah lempeng batu berukir lapis kuning bertanda 25 Sya'ban 879 Pondok Pesantrean Somalangu Sejak didirikan, Pondok Pesantren al-Kahfi Somalangu telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak 16 kali. Generasi ke-2 adalah Syekh Muhtarom Al Hasani, yang merupakan putera laki-laki tertua syekh Abdul Kahfi, dan pernah berjuang membantu Sunan Gunung Jati ketika menghadapi pasukan Pajajaran. Sayid Imam Wahid, adik kandung Syekh Muhtarom, adalah penyebar agama Islam di daerah Sampang, Madura. Generasi ke-3 adalah Syekh Jawahir al-Hasani yang merupakan putera laki-laki tertua Syekh Muhtarom. Beliau menikah dengan Syarifah Hafsoh, puteri Sunan Kudus, dan banyak berperan dalam kegiatan dakwah di Kudus dan Cirebon. Dalam berdakwah, beliau sering bersama Syekh Fathul Barri mBah Wali Suro, Tegal Gubug, Arjowinangun, Cirebon. Syekh Jawahir juga dikenal sebagai Syekh Wali Ghoib. Adik perempuannya yang bernama Syaridah Zahratuz Zamaniyah menikah dengan adik Sunan Gunung Jati yang bernama Syarif Burhan Ki Ageng Getas Nagoro yang menyebarkan agama Islam di daerah Yogyakarta Selatan dan tinggal di daerah Imogiri. Sedangkan adik laki-laki Syekh Jawahir yang bernama Sayid 'Athoillah menjadi menantu Raja Rum IX dengan menikahi puterinya yang bernama Sa'diyatul Munawwarah. Mereka berdakwah di daerah Karanganyar, Solo. Generasi ke-4 adalah Syekh Yusuf al-Hasani. Beliau adalah putera laki laki tertua dari Syekh Jawahir. Selain memimpin pondok pesantren al-Kahfi Somalangu, beliau juga membuka pesantren di daerah Gowa, Sulawesi Selatan dan juga menyebarkan Islam di Somalia, sampai beliau wafat di sana. Generasi ke-5 adalah Syekh Hasan al-Hasani, putera laki-laki tertua dari Syekh Yusuf. Setelah sang ayah meninggal di Somalia, beliau meninggalkan Somalangu untuk mengasuh pesantren di Krakit, Gowa, sampai wafat di sana. Di Krakit, beliau juga dikenal sebagai Syekh Hayatul Hukmi. Generasi ke-6 adalah Syekh Abdul Mannan al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Hasan. Beliau memimpin Pesantren Somalangu sejak usia 17 tahun, dan dikenal sebagai Syekh Tajul 'Arifin. Wafat di Gujarat, India. Generasi ke-7 adalah Syekh Zakariya al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Abdul Manna. Beliau tinggal lama di Baghdad, sebelum kembali ke Somalangu dan kemudian menetap di Krakit hingga wafatnya. Nama lain beliau adalah Fathurrahman. Generasi ke-8 adalah Syekh Abdul Hannan as-Siraji al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Zakariya. Beliau lebih banyak berada di luar Somalangu, sempat mendirikan masjid di Pattani Thailand, dan aktif berdakwah di Maluku Utara. Sejak ditinggal beliau, Pondok Pesantren Somalangu semmpat berhenti total. Generasi ke-9 adalah Syekh Yusuf al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Abdul Hannan yang membuka pesantren dan daerah baru di wilayah selatan Kebumen yang sekarang bernama Bulus Pesantren, oleh karena berharap sang ayah akan kembali lagi ke Somalangu. Generasi ke-10 adalah Syekh Zainal 'Abidin al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Yusuf, yang menjadi mertua dari Kyai Imam Nadi. Masjid Kauman Kebumen didirikan atas prakarsa beliau, yang kemudian diasuh oleh Kyai Iman Nadi. Generasi ke-11 adalah Syekh Muhammad al-Marwah al-Hasani, putera laki-laki tertua dari Syekh Zainal 'Abidin. Beliau lahir di Makkah dan tinggal di sana hingga berusia 3 tahun. Diantara murid beliau adalah Pangeran Diponegoro, dan adik kandung sang pangeran yang bernama RA Kurniasih menikah dengan Qasim al-Hasani, adik sepupu dari Syekh Muhammad. Karena pernikahan dengan puteri Sultan HB III itu, Qasim al-Hasani mendapat gelar R. Surowijoyo dari Keraton Yogyakarta, dan kemudian memimpin perang melawan Belanda di wilayah Magelang hingga Semarang. Generasi ke-12 adalah Syekh Ibrahim Al Hasani atau Syekh Abdul Kahfi II, putera laki-laki tertua Syekh Muhammad. Pada jamannya, banyak alumni menjadi tokoh terkenal seperti Kya Abbas Buntet Cirebon, Kyai Dalhar - Watu Congol Muntilan, dan Kyai Dahlan - Jampes. Generasi ke-13 adalah Syekh Abdurrahman al-Hasani, putera laki-laki tertua Syekh Ibrahim. Beliau sering bolak-balik pergi ke Hejaz hingga negara itu berubah menjadi Arab Saudi setelah mengalami revolusi yang dipimpin oleh Muhammad bin Suud dan anaknya Abdul Aziz. Beliau disebut pernah menjadi panglima perang Ottoman di jaman Sultan Abdul Aziz 1876, sehingga ketika wafat mendapat kehormatan dengan upacara kebesaran militer yang dipimpin langsung oleh Raja Abdul Aziz bin Suud pada 16 Oktober 1938. Lalu pada generasi ke-14 pemimpin Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu dipegang Syekh Mahfudz Al Hasani, yang dimasanya pesantren mengalami kejayaan. Saat itu ada santri yang berasal dari Gujarat India, Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. Namun pada masanya pesantren juga mengalami kevakuman karena pergolakan politik di jaman revolusi. Beliau meninggal pada tahun 1950 dan dimakamkan di Gunung Selok, Cilacap. Generasi ke-15 adalah Ustadz Chanifuddin al-Hasani, putera laki-laki kedua Syekh Mahfudz karena putera pertamanya meninggal sebelum menikah. Oleh sebab beliau lebih banyak aktif di NU dan DPRD Kebumen, pelaksana harian Pondok Pesantren Somalangu diwakilkan kepada KH Thoefur. Generasi ke-16 adalah Ustadz Afifuddin al-Hasani, putera laki-laki tertua dari Ustadz Chanifuddin, yang mengasuh Pondok Pesantren al-Kahfi Somalangu dari tahun Lanang Syekh Abdul Kahfi wafat pada Jumat 15 Sya'ban 1018 H 15 November 1605 dalam usia 185 tahun dan dimakamkan di pemakaman Lemah Lanang yang berjarak lumayan jauh dari Somalangu. Rahmat menjelaskan bahwa di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangi biasa diadakan acara Khol setahun dua kali, yaitu pada tanggal 25 bulan Ruwah dan pada tanggal 25 bulan Mulud. Pengaruh Pondok Pesantren Somalangu Di dalam makalah KH Afifuddin itu disebutkan bahwa setidaknya ada lima alasan mengapa Somalangu disebut sangat berjasa dalam perkembangan agama Islam, khususnya di wilayah Kebumen, dan di Pulau Jawa pada umumnya. Yang pertama adalah karena tokoh Somalangu merupakan peletak dasar berkembangnya Islam di daerah Kebumen. Baik ketika pertama kali tiba di Kebumen, dan terutama setelah kedatangan Syekh Abdul Kahfi ke Kebumen yang kedua kalinya dan lalu mendirikan masjid dan pesantren di Somalangu sejak tahun 1475 M. Yang kedua adalah karena tokoh-tokoh Somalangu banyak yang disebar ke berbagai daerah untuk berdakwah, baik di wilayah Kebumen dan sekitarnya hingga ke luar Pulau Jawa. Diantara daerah itu adalah Banyumas, Blitar, Cilacap, Cirebon, Demak, Gowa, Kediri, Kudus, Magelang, Maluku, Pattani Thailand, Purworejo, Sampang, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan daerah lainnya. Alasan yang ketiga adalah Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu menjadi tempat penggemblengan calon-calon penyiar agama Islam tangguh dan tak kenal lelah. Keempat, sebagaiman telah disinggung di atas, Somalangu juga ikut berperan dalam menata ketatanegaraan Demak, dan yang kelima adalah Somalangu ikut mengambil bagian dalam perlawanan terhadap penjajah Belanda. Jumlah santri dan murid di pondok pesantren Al Kahfi Somalangu kini sekitar 700 orang. Setiap Minggu Wage di pesantren diadakah pengajian rutin, sedangkan wirid biasa dilakukan sehabis setiap shalat. Selain itu ada pula kegiatan ekstra berupa kelompok Hadrah dan Marawis yang berlatih setiap malam Senin, malam Jumat, malam Minggu. Alamat Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu berada di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, Kebumen. Lokasi GPS Waze. Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.
Azabbagi koruptor tidak hanya di akhirat, di dunia saja akan merasakan kehinaan dan penderitaan hidup. Harta yang tadinya melimpah itu perlahan-lahan berkurang, bahkan habis tidak tersisa karena terkuras untuk biaya pengobatan penyakit yang dideritanya. Dan boleh jadi, dalam waktu yang singkat hidupnya menjadi melarat.
. biaya masuk ponpes al kahfi somalangu